Minggu, 07 September 2014

kegiatan PAI KELAS 11 TGL 8-11 SEPT

Kepada kelas yang sudah melakukan presentasi

 dan telah dilakukan pengambilan nilai untuk tema pentingnya mengimani kitab-kitab allah kepada nya ada tugas pekan ini adalah :
1. Pengambilan nilai tes tertulis tema yg telah dipelajari yaitu imn kepada kitab allah
2. Pengambilan nilai tes lisan dgn mengisi kartu tes lisan yang telah tersedia

Kepada kelas yang belum

Melakukan presentasi maka melanjutkan tugas yang tertunda yaitu mempresentasikan hasil diskusinya dihadapan kelompok lain seperti tugas pekan yang lalu.

Kepada siswa yang belum mengumpulkan lembar penilaian diri antar teman, tugas kelompok, dan tugas individu segera kumpulkan ke ketua kelas dari ketua kelas di serahkan kepada guru agama.

Minggu, 24 Agustus 2014

Materi Diskusi Pend. Agama dan Budi pekerti kelas 11 yang harus dibaca oleh siswa tgl 24-29

            
Memperkaya Khazanah
1) Selanjutnya peserta didik menyimak teks bacaan tentang iman kepada kitabkitab Allah Swt. di dalam kelompoknya masing-masing.
2) Peserta didik bertanya tentang iman kepada kitab-kitab Allah Swt. di dalam
kelompoknya masing-masing.
3) Peserta didik mendiskusikan iman kepada kitab-kitab Allah Swt. di dalam
kelompoknya masing-masing.
4) Peserta didik diamati dan difasilitasi oleh guru dalam diskusi kelompok tentang
iman kepada kitab-kitab Allah Swt.
5) Peserta didik membuat rumusan naskah/laporan hasil diskusi tentang iman
kepada kitab-kitab Allah Swt. di dalam kelompoknya masing-masing.
6) Peserta didik yang telah ditentukan sebagai panelis mempresentasikan hasil
diskusi kelompok tentang iman kepada kitab-kitab Allah Swt. di depan
kelompok lainnya.
7) Peserta didik mengkritisi hasil presentasi kelompok tentang iman kepada
kitab-kitab Allah Swt.

8) Peserta didik diberikan penjelasan tambahan dan penguatan mengenai iman
kepada kitab-kitab Allah Swt. oleh guru/pembimbing.
9) Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada kolom “Aktivitas
Siswa” di lembar kerja atau kertas folio dan guru memberikan penilaian dalam
bentuk portofolio.

Memperkaya Khazanah

A.  Pentingnya Mengimani Kitab-Kitab Allah Swt.
    Iman    kepada     kitab   Allah   Swt. 
artinya  meyakini  sepenuh  hati  bahwa 
Allah   Swt.   telah   menurunkan   kitab 
kepada   nabi   atau   rasul   yang   berisi 
wahyu     untuk    disampaikan      kepada 
seluruh    umat    manusia.     Di    dalam 
al-Qur’ān   disebutkan   bahwa   ada   4 
kitab   Allah    Swt.   yang    diturunkan 
kepada  para  nabi-Nya,  yaitu;  Taurāt 
diturunkan   kepada   Nabi   Musa   as.,        Sumber: Dok. Kemdikbud
Zabūr   kepada   Nabi   Daud   as.,  Inj³l      Gambar 1.6 Kitab suci al-Qur’ᾱn
kepada  Nabi  Isa  as.,  dan  al-Qur’ān 
kepada Nabi Muhammad saw. 
    Firman Allah Swt.:
Artinya: “Dan Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’ān) kepadamu (Muhammad) 
           dengan  membawa  kebenaran,  yang  membenarkan  kitab-kitab  yang 
           diturunkan  sebelumnya  dan  menjaganya,  maka  putuskanlah  perkara 
           mereka  menurut  apa  yang  diturunkan  Allah  dan  janganlah  engkau 
           mengikuti  keinginan  mereka  dengan  meninggalkan  kebenaran  yang 
           telah datang kepadamu...” (Q.S. al-Māidah/5: 48) 
                                                  Kitab-kitab     yang    dimaksud     pada 
                                               ayat  di  atas  adalah  kitab  yang  berisi 
                                               peraturan,    ketentuan,     perintah,    dan 
                                               larangan  yang  dijadikan  pedoman  bagi 
                                               umat  manusia.  Kitab-kitab  Allah  Swt. 
                                               tersebut   diturunkan   pada   masa   yang 
                                               berlainan.  Semua  kitab  tersebut  berisi 
                                               ajaran  pokok  yang  sama,  yaitu  ajaran 
                                               meng-esa-kan      Allah    (tauh³d).    Yang 
                                               berbeda hanyalah dalam hal syariat yang 
Sumber: Dok. Kemdikbud                         disesuaikan dengan zaman dan keadaan 
Gambar 1.7 Membaca al-Qur’ᾱn dengan 
memerhatikan huruf-hurufnya                    umat pada waktu itu. 

 
  Aktivitas Siswa:
  1.   Carilah ayat-ayat yang mendukung keberadaan kitab-kitab sebelum al-Qur’ān.
  2.   Jelaskan pesan-pesan yang terkandung dalam ayat yang kamu temukan  tersebut!
B.  Pengertian Kitab dan Ṡuḥuf
    Kitab dan ṡuḥuf merupakan wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para 
rasul untuk disampaikan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. 
Perbedaan antara kitab dan ṡuḥuf bisa dilihat pada tabel berikut.
                             Ṡuḥuf                                    Kitab
           1.   Wahyu Allah Swt. yang                1.   Wahyu Allah Swt. yang 
               disampaikan kepada para                   disampaikan kepada para rasul 
              rasul, tetapi masih berupa                 sudah berbentuk buku/kitab.
               “lembaran-lembaran” yang              2.   Isi kitab lebsih lengkap jika 
              terpisah.                                  dibandingkan dengan isi ṡuḥuf.
          2.   Isi ṡuḥuf sangat simpel.
    Di dalam al-Qur’ān disebutkan adanya ṡuḥuf yang dimiliki Nabi Musa as. dan 
Nabi Ibrahim as. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini: 
                                                                                                       \
                                                                                                       
Artinya:   “Sesungguhnya  ini  terdapat  dalam  kitab-kitab  yang  dahulu,  (yaitu) 
            ṡuḥuf-ṡuḥuf (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa.”  
            (Q.S. al-A’lā/87: 19)
  Aktivitas Siswa:
  1.   Carilah  penjelasan  tentang  ṡuḥuf-ṡuḥuf  selain  ṡuḥuf  Nabi  Ibrahim  as.  dan  Nabi 
      Musa as.!
  2.   Jelaskan isi ṡuḥuf-ṡuḥuf yang kamu temukan itu!
  3.   Hubungkan  pesan-pesan  ṡuḥuf  dengan  isi  al-Qur’ān,  apakah  bertentangan  atau 
      tidak!
C.  Kitab-Kitab Allah Swt. dan Para Penerimanya
      1.  Kitab Taurāt  
    Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani (thora: instruksi). Kitab Taurāt adalah 
salah satu kitab suci yang diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. untuk 
menjadi petunjuk dan bimbingan baginya dan bagi Bani Israil. Firman Allah Swt: 
Artinya:  “Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurāt) dan Kami jadikannya 
           petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kamu mengambil 
            (pelindung) selain Aku.” (Q.S. al-Isrā’/17: 2)
    Taurāt    merupakan       salah    satu    dari   tiga 
komponen  (Thora, Nab³n,  dan Khetub³n)  yang 
terdapat  dalam  kitab  suci  agama  Yahudi  yang 
disebut Biblia (al-Kitab), yang belakangan oleh 
orang-orang   Kristen   disebut         Old   Testament 
(Perjanjian Lama).
    Isi  pokok     Kitab    Taurāt   dikenal      dengan 
Sepuluh  Hukum    (Ten  Commandements)  atau 
Sepuluh  Firman  yang  diterima  Nabi  Musa  as. 
di atas Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh                 Sumber: Dok. Kemdikbud
                                                               Rekonstruksi Sefer Torah ("Gulungan 
Hukum      tersebut    berisi    asas-asas    keyakinan       Gambar 1.8 Gulungan kitab Taurāt
                                                                   Kitab Taurat")di sinagoga tua 
(akidah)   dan   asas-asas   kebaktian   (syar³'ah),              Glockengasse, Cologne, Jerman 
seperti berikut.
1.   Hormati dan cintai Allah satu saja,
2.   Sebutkan nama Allah dengan hormat,
3.   Kuduskan hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu),
4.   Hormati ibu bapakmu,
5.   Jangan membunuh,
6.   Jangan berbuat cabul,
7.   Jangan mencuri,
8.   Jangan berdusta,
9.   Jangan ingin berbuat cabul,
10. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.
 
 Aktivitas Siswa:
  1.   Carilah keberadaan Kitab Taurāt, baik melalui literatur-literatur Islam maupun yang 
      lainnya!
  2.   Jelaskan  tanggapanmu  tentang  keberadaan  kitab  suci  tersebut,  dan  bandingkan 
      dengan isi al-Qur’ān !

     2.   Kitab Zabūr 
    Kata  zabur  (bentuk  jamaknya  zubūr)  berasal 
dari  zabara-yazburu-zabr   yang   berarti   menulis. 
Makna  aslinya  adalah  kitab  yang  tertulis.  Zabūr 
dalam     bahasa     Arab    dikenal     dengan     sebutan 
mazmūr  (jamaknya  mazāmir),  dan  dalam  bahasa 
Ibrani   disebut    mizmar,     yaitu   nyanyian     rohani 
yang dianggap suci. Sebagian ulama menyebutnya 
Mazmūr, yaitu salah satu kitab suci yang diturunkan 
sebelum al-Qur’ān (selain Taurāt  dan Inj³l ).
    Dalam   bahasa   Ibrani,   istilah   zabur   berasal 
dari  kata  zimra,  yang  berarti  “lagu  atau  musik”, 
zamir  (lagu)  dan  mizmor  (mazmur),  merupakan                Sumber: Dok. Kemdikbud
pengembangan  dari  kata  zamar,  artinya  “nyanyi,             Gambar 1.9 Kitab Zabūr 
nyanyian  pujian”.  Zabūr  adalah  kitab  suci  yang            diturunkan kepada Nabi Daud as.
diturunkan Allah Swt. kepada kaum Bani Israil melalui utusannya yang bernama 
Nabi Daud as.
    Ayat yang menegaskan keberadaan Kitab Zabūr antara lain:
                                                                                               
Artinya:   “Sesungguhnya           Kami      mewahyukan         kepadamu        (Muhammad) 
           sebagaimana  Kami  telah  mewahyukan  kepada  Nuh  dan  nabi-nabi 
           setelahnya,   dan   Kami   telah   mewahyukan   (pula)   kepada   Ibrahim, 
           Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan 
           Sulaiman.  Dan  Kami  telah  memberikan  Kitab  Zabūr  kepada  Daud.” 
            (Q.S. an-Nisā'/4: 163)
    Kitab  Zabūr  berisi  kumpulan  ayat-ayat  yang  dianggap  suci. Ada  150  surah  
dalam Kitab Zabūr  yang tidak mengandung hukum-hukum, tetapi hanya berisi 
nasihat-nasihat, hikmah, pujian, dan sanjungan kepada Allah Swt.
    Secara garis besar, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as. 
dalam Kitab Zabūr terdiri atas lima macam:
1.   nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi),
2.   nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur,
3.   ratapan-ratapan jamaah,
4.   ratapan dan doa individu, dan
5.   nyanyian untuk raja.

    Nyanyian pujian dalam Kitab Zabūr (Mazmur : 146) antara lain:
1.   Besarkanlah olehmu akan Tuhan hai jiwaku,  pujilah Tuhan.
2.   Maka aku akan memuji Tuhan. seumur hidupku, dan aku akan nyanyi 
     pujian-pujian kepada Tuhanku selama aku ada.
3.   Janganlah  kamu  percaya  pada  raja-raja  atau  anak-anak  Adam  yang  tiada 
     mempunyai pertolongan.
4.   Maka putuslah nyawanya dan kembalilah ia kepada tanah asalnya dan pada 
     hari itu hilanglah segala daya upayanya.
5.   Maka  berbahagialah  orang  yang  memperoleh Ya’qub  sebagai  penolongnya 
     dan yang menaruh harap kepada Tuhan.
6.   Yang menjadikan langit, bumi dan laut serta segala isinya, dan yang menaruh 
     setia sampai selamanya.
7.   Yang membela orang yang teraniaya dan yang memberi makan orang yang 
     lapar. Bahwa Tuhan membuka rantai orang yang terpenjara.
     
 Aktivitas Siswa:
  1.   Carilah keberadaan Kitab Zabūr, baik melalui literatur-literatur Islam maupun yang 
      lainnya!
  2.   Jelaskan  tanggapanmu  tentang  keberadaan  kitab  suci  tersebut,  dan  bandingkan 
      dengan isi al-Qur’ān !
     3.  Kitab Inj³l 
    Kitab  Inj³l  diwahyukan  oleh  Allah 
Swt. kepada Nabi Isa as. Kitab Inj³l yang 
asli memuat keterangan-keterangan yang 
benar dan nyata, yaitu perintah-perintah 
Allah  Swt.  agar  manusia  meng-esa-kan 
dan   tidak   menyekutukan-Nya   dengan 
suatu   apa   pun.  Ada   pula   penjelasan, 
bahwa   di   dalam   Kitab   Inj³l   terdapat 
keterangan  bahwa  di  akhir  zaman  akan 
lahir nabi yang terakhir dan penutup para 
nabi  dan  rasul,  yaitu  bernama  Ahmad             Sumber: Dok. Kemdikbud
atau Muhammad saw.                                   Gambar 1.10 Kitab Inj³l diturunkan kepada 
                                                     Nabi Isa as.
    Kitab Inj³l diturunkan kepada Nabi Isa 
as. sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Inj³l sebagaimana 
dijelaskan  dalam  al-Qur’ān,  bahwa  Isa  as.  untuk  mengajarkan  tauhid  kepada 
umatnya atau pengikutnya. Tauhid di sini artinya meng-esa-kan Allah dan tidak 
menyekutukan-Nya. Penjelasan ini tertulis dalam Q.S. al-Ḥad³d /57: 27.
                                                
Artinya:  “Kemudian  Kami  susulkan  rasul-rasul  Kami  mengikuti  jejak  mereka 
           dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Inj³l 
           kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati 
           orang-orang yang mengikutinya....” (Q.S. al-Ḥad³d/57: 27)
    Hanya saja Inj³l pun senasib dengan Taurāt , yakni sudah mengalami perubahan 
dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia. Kitab Inj³l yang sekarang 
memuat  tulisan  dan  catatan  perihal  kehidupan  atau  sejarah  hidupnya  Nabi  Isa 
as. Kitab ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan 
Yahya (Yohana). Mereka adalah bukan dari orang-orang yang dekat dengan masa 
hidupnya  Nabi  Isa  as.  Sejarah  mencatat  sebenarnya  masih  ada  lagi  Kitab  Inj³l 
versi Barnaba. Isi dari Inj³l Barnaba ini sangat berbeda dengn isi Kitab Inj³l empat 
macam yang tersebut di atas.
 Aktivitas Siswa:
  1.   Carilah keberadaan Kitab Inj³l, baik melalui literatur-literatur Islam maupun yang 
     lainnya!
 2.   Jelaskan  tanggapanmu  tentang  keberadaan  kitab  suci  tersebut  dan  bandingkan 
     dengan isi al-Qur’ān !
     4.  Kitab al-Qur’ān
                                              Al-Qur’ān      diturunkan     Allah    Swt. 
                                          kepada   Nabi   Muhammad   saw.   melalui 
                                          Malaikat Jibril. Al-Qur’ān diturunkan tidak 
                                          sekaligus,   melainkan     secara   berangsur-
                                          angsur.   Waktu   turun   al-Qur’ān   selama 
                                          kurang  lebih  23  tahun  atau  tepatnya    22 
                                          tahun 2 bulan 22 hari. Terdiri atas 30 juz, 
                                           114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 
                                          325.345 huruf. 
                                              Wahyu  pertama  adalah  surah  al-‘Alaq 
Sumber: Dok. Kemdikbud                     ayat   1-5,  diturunkan    pada   malam      17 
Gambar 1.11 Kitab al-Qur’ᾱn diturunkan     Ramaḍan tahun 610 M. di Gua Hira, ketika 
kepada Nabi Muhammad saw.
                                           Nabi Muhammad saw. sedang ber-khalwat. 
Dengan diterimanya wahyu pertama ini, Nabi Muhammad saw. diangkat sebagai 
Rasul, yaitu manusia pilihan Allah Swt. yang diberi wahyu untuk disampaikan 
kepada  umatnya.  Mulai  saat  itu,  Rasulullah  saw.  diberi  tugas  oleh Allah  Swt. 
untuk menyampaikan risalah-Nya kepada seluruh umat manusia. 

    Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S. al-Māidah ayat 3. Ayat tersebut turun 
pada tanggal 9 Ḍulhijjah tahun 10 Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu  beliau 
sedang menunaikan haji wada’ (haji perpisahan). Beberapa hari sesudah menerima 
wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw. wafat.
    Al-Qur’ān  yang  diwahyukan  kepada  Nabi  Muhammad  saw.  menghapus 
sebagian  syariat  yang  tertera  dalam  kitab-kitab  terdahulu  dan  melengkapinya 
dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al-Qur’ān merupakan 
kitab suci terlengkap dan berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman. 
Oleh  karena  itu,  sebagai  muslim,  kita  tidak  perlu  meragukannya  sama  sekali. 
Firman Allah Swt.:
Artinya:   “Kitab  (al-Qur’ān)  ini  tidak  ada  keraguan  padanya;  petunjuk  bagi 
            mereka yang bertakwa.” (Q.S. al-Baqarah/2: 2)
 Aktivitas Siswa:
  Bandingkan isi kitab suci al-Qur’ān dengan kitab-kitab lainnya!
                        Pahala Istimewa Penghafal al-Qur’ān
     Diriwayatkan  bahwa  Allah  Swt.  akan  memberikan  keistimewaan  kepada  para 
  penghafal  al-Qur’ān  dan orang tuanya. Rasulullah saw. bersabda, “Pada hari kiamat 
  nanti, al-Qur’ān  akan menemui penghafalnya ketika keluar dari kuburnya. Al-Qur’ān 
  akan berwujud seorang yang ramping. Ia akan bertanya pada penghafalnya, “Apakah 
  Anda  mengenalku?”  Maka,  penghafal  itu  menjawab  “Tidak,  saya  tidak  mengenal 
  Anda.”
      Al-Qur’ān berkata, “Saya adalah kawanmu,  al-Qur’ān yang membuatmu kehausan 
  di tengah hari. Sesungguhnya, setiap pedagang akan mendapatkan keuntungan. Dan 
  Anda pada hari ini mendapatkan keuntungan.”
     Kemudian, penghafal itu diberi kekuasaan di tangan kanannya dan  diberi kekekalan 
  di tangan kirinya, serta dipasang mahkota di atas kepalanya. Tidak hanya itu, orang 
  tua penghafal itu juga mendapatkan keistimewaan. Mereka diberikan dua pakaian baru 
  yang bagus dan harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia.
     Kedua orang tua penghafal itu kemudian bertanya, “Kenapa kami diberikan pakaian 
  seperti ini?’ 
     Kemudian,  mereka  mendapat  jawaban  dari  Allah  Swt.,  “Karena  anakmu  telah 
  menghafal  al-Qur’ān.”
     Kemudian, kepada penghafal al-Qur’ān tadi diperintahkan, “Bacalah dan naiklah 
  ke tingkat-tingkat surga dan kamar-kamarnya!” Maka, ia pun naik sambil membaca 
  bacaan  al-Qur’ān.
                      (Diambil dari 365 Kisah Teladan Islam satu kisah selama setahun, Ariany Syurfah)
                                                
      5.  Nama-Nama Lain al-Qur’ān
    Nama-nama lain dari al-Qur’ān, yaitu:
a.  Al-Hudā , artinya al-Qur’ān sebagai petunjuk seluruh umat manusia.
b.  Al-Furqān , artinya al-Qur’ān sebagai pembeda antara yang baik dan buruk.
c.  Asy-Syifā' , artinya al-Qur’ān sebagai penawar (obat penenang hati).
d.  Aż-Żikr , artinya al-Qur’ān sebagai peringatan adanya ancaman dan balasan.
e.  Al-Kitāb , artinya al-Qur’ān adalah firman Allah Swt. yang dibukukan.
 Aktivitas Siswa:
  1.   Carilah ayat-ayat al-Qur’ān yang mengandung nama-nama tersebut di atas!
  2.   Jelaskan arti kata tersebut yang kamu temukan sesuai dengan terjemahannya!
  3.   Jelaskan hubungan antara kata tesebut dan isi al-Qur’ān secara umum!
      6.  Isi al-Qur’ān
    Adapun isi pokok al-Qur’ān adalah seperti berikut.
a.  Aq³dah atau keimanan.
b.  'Ibādah, baik 'ibādah maḥḍah maupun gairu maḥḍah .
c.  Akhlaq  seorang  hamba  kepada  Khāliq,  kepada  sesama  manusia  dan  alam 
    sekitarnya.
d.  Mu’āmalah, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia.
e.   Qiṡṡah, yaitu cerita nabi dan rasul, orang-orang saleh, dan orang-orang yang 
    ingkar.
f.  Semangat mengembangkan ilmu pengetahuan.
 
 Aktivitas Siswa:
  1.   Carilah ayat-ayat al-Qur’ān yang mengandung penjelasan tentang aq³dah, 'ibādah, 
      akhlak, mu’āmalah, dan qiṡṡah !
  2.   Jelaskan  pesan  yang  terkandung  pada  ayat  yang  menjelaskan  aq³dah,  'ibādah, 
      akhlak, mu’āmalah, dan qiṡṡah !
      7.  Keistimewaan al-Qur’ān
    Kita  sebagai  umat  Islam  wajib  mengimani  dan  mempercayai  isi  al-Qur’ān 
karena   al-Qur’ān   merupakan   pedoman   hidup   umat   manusia,   terlebih   lagi 
pedoman hidup umat Islam. Apabila kita tidak mengimani dan mengamalkannya, 
kita termasuk orang-orang yang ingkar (kafir).

    Cara  mengamalkan  isi  al-Qur’ān  adalah  dengan  mempelajari  cara  belajar 
membaca  (mengaji)  baik  melalui  iqra’,  qiraati,  atau  yang  lainnya.  Kemudian, 
mempelajari artinya, menganalisis isinya, dan langsung mengamalkannya.
    Adapun keistimewaan kitab suci al-Qur’ān adalah sebagai berikut.
a.   Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa
b.  Sebagai  informasi  kepada  setiap  umat  bahwa  nabi  dan  rasul  terdahulu 
    mempunyai  syariat  (aturan)  dan  caranya  masing-masing  dalam  menyembah 
    Allah Swt.
c.  Al-Qur’ān  sebagai kitab suci terakhir dan terjamin keasliannya. 
d.  Al-Qur’ān      tidak   dapat    tertandingi    oleh   ide-ide    manusia     yang    ingin 
    menyimpangkannya.
e.  Membaca dan mempelajari isi al-Qur’ān merupakan ibadah.
 
 Aktivitas Siswa:
  1.   Carilah ayat-ayat yang menjelaskan tentang keistimewaan al-Qur’ān sebagaimana 
     penjelasan di atas (lihat keistimewaan al-Qur’ān)!
  2.   Jelaskan pesan yeng terkandung pada ayat yang kamu temukan tersebut!
  3.   Jelaskan tentang keistimewaan tersebut dengan kitab-kitab lainnya!
             Menerapkan Perilaku Mulia
    Bagi orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah Swt., ia akan melakukan 
perilaku mulia sebagai berikut.
1.  Meyakini bahwa kitab-kitab suci sebelum al-Qur’ān datang dari Allah Swt., 
    tetapi  akhirnya  tidak  murni  lagi  sebab  dicampuradukkan  dengan  ide-ide 
    manusia di zamannya.
2.  Al-Qur’ān  sudah  dijaga  kemurniannya  oleh  Allah  Swt.  sampai  sekarang. 
    Umat Islam juga sebagai penjaganya. Menjaga kemurnian  al-Qur’ān adalah 
    tugas kita sebagai muslim. Salah satu cara menjaga al-Qur’ān adalah dengan 
    berusaha  menghormati,  memuliakan,  dan  menjunjung  tinggi  kitab  suci  al-
    Qur’ān. 
3.  Menjadikan al-Qur’ān sebagai petunjuk dan pedoman hidup, dan tidak sekali-
    kali berpedoman kepada selain al-Qur’ān.
4.  Berusaha untuk membaca  al-Qur’ān  dalam segala kesempatan di kala suka 
    maupun duka, kemudian belajar memahami arti dan isinya.
5.  Berusaha untuk mengamalkan isi  al-Qur’ān di dalam kehidupan sehari-hari, 
    baik di waktu sempit maupun di waktu lapang.
                                               





Rabu, 20 Agustus 2014

BUKU PAKET AGAMA ISLAM KURTILAS TERBARU 2014 SD/SMP/SMA DAN LAINNYA


Berikut ini Link Lampirannya, Silakan diklik saja.
# Buku SD/MI Kelas 1 Edisi Revisi 2014


# Buku SD/MI Kelas 2

# Buku SD/MI Kelas 4 Edisi Revisi 2014

# Buku SD/MI Kelas 5

# Buku SMP/MTs Kelas 7 Edisi Revisi 2014

# Buku SMP/MTs Kelas 8

# Buku SMA/MA/SMK Kelas 10 Edisi Revisi 2014


# Buku SMA/MA/SMK Kelas 11