Assalamu'alaykum warahtullahi wabarakatuh.
Sahabat sehati yg istiqamah merindukan ridha dan hidayah Allah, semoga Allah karuniakan kita kmudahan untuk mewujudkan keluarga yg diridhai dan diberkati Allah.
*Renungan untuk segenap orang tua*
*Refleksi Luar Biasa* dari Mas Agus Zainal Arifin (Dekan TI ITS) bagi para orang tua maupun dosen/guru yang untuk sementara waktu berprofesi sebagai pengganti orang tua di rumah. Selamat menghayati dan mengamalkan 👇
*Urutan logika...siklus nakalnya anak dengan tidak bijaknya orang tua itu begini*:
*Karena anaknya nakal...maka orang tuanya murka.*
*Karena orang tuanya murka.. maka Allah juga murka.*
*Karena Allah murka...maka tidak turun rahmat di rumah itu.*
*Karena tidak turun rahmat di rumah itu...maka keluarga itu akan banyak masalah.*
*Karena keluarga itu banyak masalah...maka anaknya...tidak merasakan kebahagiaan dan tidak nyaman...sehingga akan semakin nakal.*
*Prinsip inti siklusnya* sebenarnya masih pada orang tua...yakni: 👇
*Ridha Allah...berada pada ridhanya orang tua.*
*Murka Allah...berada pada murkanya orang tua.*
Maka *strategi* paling *efisien* untuk memutus rangkaian siklus itu...Insyaa Allah ada *pada bagian awal*...yakni *mencegah orang tua murka*...
*Bila orang tua segera menghadapi anaknya... dengan kasih sayang dan tidak dengan kemurkaan* ..
maka *orang tua itu...menunjukkan kepada Allah...bahwa mereka berdua ridha kepada anaknya...Tentu bukan ridha terhadap kenakalannya.. melainkan ridha kepada diri anaknya.*
Dengan memastikan ridha kepada anak..maka orang tua akan dapat melakukan 3 tahap ini:
*1. Segera memaafkan anaknya...tidak memarahinya sama sekali...dan segera berusaha memahami situasi apa yang sedang dihadapi anaknya.*
*2. Segera beristighfar dan do'akan serta menemuinya ...berdialog dan turut mendiskusikan...solusi terbaik apa yang harus diambil oleh anak...orang tua atau pihak lainnya...sambil terus mendoakannya dg penuh harap.*
*3. Segera melupakan segala kesalahan anaknya tadi...dan tidak mengungkit-ungkitnya kembali.*
وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
*"Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.* (QS 64:14).
Dengan *konversi murka* menjadi *ridha*...maka sekarang siklusnya jadi begini 👉 *Suatu hari anak itu nakal...Orang tuanya...segera melakukan 3 tahap itu...dengan penuh kasih sayang...sebagai wujud keridhaan mereka kepada anaknya.*
*Karena orang tua anak itu ridha...maka Allah meridhainya.*
*Karena Allah meridhainya...maka rumah yang penuh ridha itu...dirahmati Allah.*
*Karena rumah itu penuh rahmat Allah...maka keluarga itu penuh kasih sayang...sehingga jadi makin bahagia.*
*Karena keluarga itu bahagia...maka anak tidak akan sempat lagi nakal...sebab setiap masalah hidupnya selalu segera mendapat solusi.*
*Jadi...pada setiap kenakalan anak (mohon maaf)...solusi perbaikannya...sesungguhnya bukan pada anak...melainkan pada orang tuanya si anak...*
Semoga bermanfaat dan silahkan share agar kita dapat mewujudkan keluarga yg diridhai dan diberkati Allah.
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabat sehati yg istiqamah merindukan ridha dan hidayah Allah, semoga Allah karuniakan kita kmudahan untuk mewujudkan keluarga yg diridhai dan diberkati Allah.
*Renungan untuk segenap orang tua*
*Refleksi Luar Biasa* dari Mas Agus Zainal Arifin (Dekan TI ITS) bagi para orang tua maupun dosen/guru yang untuk sementara waktu berprofesi sebagai pengganti orang tua di rumah. Selamat menghayati dan mengamalkan 👇
*Urutan logika...siklus nakalnya anak dengan tidak bijaknya orang tua itu begini*:
*Karena anaknya nakal...maka orang tuanya murka.*
*Karena orang tuanya murka.. maka Allah juga murka.*
*Karena Allah murka...maka tidak turun rahmat di rumah itu.*
*Karena tidak turun rahmat di rumah itu...maka keluarga itu akan banyak masalah.*
*Karena keluarga itu banyak masalah...maka anaknya...tidak merasakan kebahagiaan dan tidak nyaman...sehingga akan semakin nakal.*
*Prinsip inti siklusnya* sebenarnya masih pada orang tua...yakni: 👇
*Ridha Allah...berada pada ridhanya orang tua.*
*Murka Allah...berada pada murkanya orang tua.*
Maka *strategi* paling *efisien* untuk memutus rangkaian siklus itu...Insyaa Allah ada *pada bagian awal*...yakni *mencegah orang tua murka*...
*Bila orang tua segera menghadapi anaknya... dengan kasih sayang dan tidak dengan kemurkaan* ..
maka *orang tua itu...menunjukkan kepada Allah...bahwa mereka berdua ridha kepada anaknya...Tentu bukan ridha terhadap kenakalannya.. melainkan ridha kepada diri anaknya.*
Dengan memastikan ridha kepada anak..maka orang tua akan dapat melakukan 3 tahap ini:
*1. Segera memaafkan anaknya...tidak memarahinya sama sekali...dan segera berusaha memahami situasi apa yang sedang dihadapi anaknya.*
*2. Segera beristighfar dan do'akan serta menemuinya ...berdialog dan turut mendiskusikan...solusi terbaik apa yang harus diambil oleh anak...orang tua atau pihak lainnya...sambil terus mendoakannya dg penuh harap.*
*3. Segera melupakan segala kesalahan anaknya tadi...dan tidak mengungkit-ungkitnya kembali.*
وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
*"Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.* (QS 64:14).
Dengan *konversi murka* menjadi *ridha*...maka sekarang siklusnya jadi begini 👉 *Suatu hari anak itu nakal...Orang tuanya...segera melakukan 3 tahap itu...dengan penuh kasih sayang...sebagai wujud keridhaan mereka kepada anaknya.*
*Karena orang tua anak itu ridha...maka Allah meridhainya.*
*Karena Allah meridhainya...maka rumah yang penuh ridha itu...dirahmati Allah.*
*Karena rumah itu penuh rahmat Allah...maka keluarga itu penuh kasih sayang...sehingga jadi makin bahagia.*
*Karena keluarga itu bahagia...maka anak tidak akan sempat lagi nakal...sebab setiap masalah hidupnya selalu segera mendapat solusi.*
*Jadi...pada setiap kenakalan anak (mohon maaf)...solusi perbaikannya...sesungguhnya bukan pada anak...melainkan pada orang tuanya si anak...*
Semoga bermanfaat dan silahkan share agar kita dapat mewujudkan keluarga yg diridhai dan diberkati Allah.
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar